Pedoman Penulisan Jurnal Forum Arkeologi

PANDUAN PENULISAN FORUM ARKEOLOGI
BALAI ARKEOLOGI DENPASAR

Cakupan isi jurnal Forum Arkeologi
            Jurnal Forum Arkeologi memuat pemikiran ilmiah, hasil penelitian atau tinjauan/ulasan/pemikiran tentang kearkeologian terbit 3 kali dalam setahun setiap bulan, April, agustus, November.

Standar Umum Penulisan Karya Tulis Ilmiah
  1. Naskah ditulis dalam Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris.
  2. Judul, Abstrak, dan Kata Kunci harus ditulis dalam dua bahasa (Indonesia dan Inggris).
  3. Ditulis dengan menggunakan MS Word pada kertas ukuran A4 (210 mm x 297mm), font Times New Roman ukuran 12, spasi 1.15. Batas atas, batas bawah, tepi kiri, dan tepi kanan masing-masing 3 cm. Jumlah minimal 10 halaman, maksimal 20 halaman isi (tidak termasuk lampiran).
  4. Penyebutan istilah di luar bahasa Indonesia atau Inggris harus ditulis dengan huruf cetak miring (italic).


Struktur Karya Tulis Ilmiah
Naskah Karya Tulis Ilmiah (KTI) tersusun meliputi unsur-unsur sebagai berikut.
  1. Judul
  2. Nama dan Alamat Penulis
  3. Abstrak
  4. Kata Kunci
  5. Pendahuluan (antaralain latar belakang, perumusan masalah, tujuan, teori, dan hipotesis [opsional])
  6. Metode Penelitian (berisi waktu dan tempat, bahan/cara pengumpulan data, metode, analisis data)
  7. Hasil dan Pembahasan (termasuk ilustrasi : gambar/tabel/grafik/foto/diagram dll)
  8. Kesimpulan
  9. Saran (opsional)
  10. Daftar Pustaka
  11. Lampiran (opsional)


Cara Penulisan Judul
  1. Judul bahasa Indonesia diketik dengan huruf kapital tebal (bold) dan mencerminkan inti tulisan, diketik rata tengah (centre).
  2. Judul bahasa Inggris ditulis dengan huruf kapital setiap awal kata, di bold, italic, dan di ketik rata tengah (centre).
  3. Apabila judul ditulis dalam Bahasa Indonesia maka di bawahnya ditulis ulang dalam Bahasa Inggris; begitu juga sebaliknya.


Cara Penulisan Nama dan Alamat
  1. Nama penulis diketik di bawah judul, ditulis lengkap tanpa menyebut gelar, diketik rata tengah (centre) dan di bold. Apabila ditulis oleh dua atau tiga orang, maka  dibelakang nama diberi tanda super script.
  2. Alamat penulis (nama dan alamat instansi tempat bekerja) ditulis lengkap dengan jarak satu spasi di bawah nama penulis. Apabila dua atau tiga orang penulis dengan alamat yang sama, cukup ditulis satu alamat saja.
  3. Alamat Pos-el (Pos elektronik) ditulis di bawah alamat penulis.
  4. Jika alamat lebih dari satu maka harus diberi tanda asterisk (*) dan diikuti alamat sekarang.
  5. Jika penulis terdiri dari lebih dari satu orang maka harus ditambahkan kata penghubung ‘dan’ (bukan lambang ‘&’).
  6. Riwayat naskah: diterima, direvisi dan  disetujui, ditulis sejajar.


Cara Penulisan Abstrak dan Kata Kunci
  1. Kata abstrak ditulis rata tengah (centre), italic dan bold.
  2.  Abstrak ditulis dalam satu paragraph, bukan dalam bentuk matematis, pertanyaan, atau dugaan. Ditulis menerus tanpa acuan, kutipan, singkatan, serta bersifat mandiri dengan huruf  italic. Diketik satu spasi font 11 serta ditulis dalam dua bahasa yaitu bahasa Indonesia maksimal 250 kata dan bahasa Inggris maksimal 150 kata.
  3. Abstrak berisi empat aspek yaitu: tujuan penelitian, metode yang digunakan, hasil penelitian, dan kesimpulan penelitian.
  4. Apabila KTI menggunakan bahasa Indonesia, maka abstrak (abstract) dalam Bahasa Inggris didahulukan dan sebaliknya.
  5. Abstrak dalam Bahasa Indonesia diikuti kata kunci dalam Bahasa Indonesia, sedangkan abstract dalam bahasa Inggris diikuti keywords dalam Bahasa Inggris.
  6. Penulisan abstrak  Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris tidak sejajar dengan narasi naskah, dan diketik, italic.
  7. Kata kunci paling sedikit tiga kata dan paling banyak lima kata, ditulis dengan huruf cetak miring (italic).



Cara Penyajian Tabel
  1.  Judul tabel ditampilkan di bagian atas tabel, rata kiri (bukan center), ditulis menggunakan font Times New Roman ukuran 10.
  2. Tulisan ‘Tabel’ dan ‘nomor’ditulis tebal (bold), sedangkan judul tabel ditulis normal. Gunakan angka Arab (1, 2, 3, dst.) untuk penomoran judul tabel.
  3.  Tabel ditampilkan rata kiri halaman (bukan center).
  4. Jenis dan ukuran font untuk isi tabel dapat menggunakan Times New Roman atau Arial Narrow ukuran 8-11 dengan jarak 1,0.
  5. Pencantuman sumber atau keterangan diletakkan di bawah tabel, rata kiri, menggunakan font Times New Roman ukuran 10.


Cara Penyajian Gambar, Grafik, Foto, atau Diagram
  1. Gambar, grafik, foto, atau diagram ditampilkan di tengah halaman (center).
  2. Keterangan gambar, grafik, foto, atau diagram ditulis di bawah ilustrasi, menggunakan font Times New Roman ukuran 10, ditempatkan di tengah (center).
  3. Tulisan ‘Gambar, Grafik, Foto, atau Diagram’ dan ‘nomor’ditulis tebal (bold), sedangkan isi keterangan ditulis normal.
  4. Gunakan angka Arab (1, 2, 3, dst.) untuk penomoran gambar, grafik, foto, atau diagram.
  5. Pencantuman sumber atau keterangan diletakkan di bawah ilustrasi, rata kiri, menggunakan font Times New Roman ukuran 10.


Cara Pengutipan Sumber
  1. Penunjuk sumber dalam naskah supaya dibuat dengan urutan sebagai berikut: nama pengarang, tahun terbit dan halaman sumber, semuanya ditempatkan dalam tanda kurung (Langsing, 1991: 93).


Cara dan Contoh Penulisan Daftar Pustaka
  • Urutan dalam Daftar Pustaka ditulis berdasarkan alfabetis.
  • Daftar pustaka yang diacu paling sedikit 10 acuan, sebaiknya 80 persen acuan primer dan 20 persen acuan sekunder.
  • Ukuran huruf lebih kecil dari isi naskah. Font 11 Time New Roman.


Contoh:
jurnal
Suantika, I Wayan. 2012. Pengelolaan Sumberdaya Arkeologi. Forum Arkeologi. 25 (3): 185-205.

Buku satu penulis
Ambary, Hasan Muarif. 1998. Menemukan Peradaban Arkeologi dan Islam di Indonesia. Jakarta: Pusat Penelitian Arkeologi Nasional.

Buku dua hingga empat penulis
Dahler, Franz dan Julius Chandra. 1991. Asal dan Tujuan Manusia. Yogyakarta: Kanisius.

Buku lebih dari empat penulis
Husein, S.B. dkk. 2011. Indonesia Across Orders - Arus Bawah Sejarah Bangsa (1930-1960). Jakarta: LIPI Press.

Buku tanpa nama pengarang, tetapi ditulis atas nama lembaga
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. 2011. Pedoman Akreditasi Majalah Ilmiah. Jakarta: LIPI.

Bunga rampai
Geria, Made. 2012. Penguatan Jatidiri dalam Perspektif Aktualisasi Arkeologi. Dalam Made Sutaba (Ed.). Merajut Kearifan Lokal Membangun Karakter Bangsa: 1-20. Denpasar: Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan Balai Arkeologi Denpasar .

Prosiding
Suarbhawa, I Gusti Made. 1995. Beberapa Aspek Pelestarian Lingkungan pada Jaman Bali Kuno. Dalam Ambary, Hasan Muarif. Dkk (Ed.). Analisis Sumber Tertulis Masa Klasik : 183-196.  Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Media massa (tanpa nama penulis)
Guinness Catat Borobudur sebagai Situs Arkeologis. 2012. Bali Post, 5 Juli 2013: 22.
Media massa (terdapat nama penulis)
Sutaba, I Made. 2013. Satu Abad Purbakala Indonesia. Berburu Warisan Budaya Membangun Masa Depan. 2013. Bali Express, 17 Juni: 4.

Tulisan bersumber dari internet (tanpa nama penulis)
Lingga Yoni di Pura Puseh Babahan, Bali. 2007. (http://linggabinangkit.wordpress.com
/2007/10/03/arti-lingga/, diakses, 13-08-2011).

Tulisan bersumber dari internet (terdapat nama penulis)
Sumartono, 2004. “Penyelidikan Geokimia Regional Sistematik Lembar Denpasar dan      Mataram Provinsi Bali”, (http://psdg.bgl.esdm.go.id/index.          php?
option =com_  content&view=article&id), diakses 5-10-2013).

Makalah dalam pertemuan ilmiah, kongres, simposium, atau seminar yang belum diterbitkan
Suarbhawa, I Gusti Made. 2012. Penelitian Sumberdaya Budaya di Kawasan Danau Batur untuk Mendukung Geopark. Makalah dalam Evaluasi Penelitian Arkeologi. Solo: Pusat Arkeologi Nasional.

Laporan Penelitian
Geria, I Made. 2007. Survei Tinggalan Arkeologi di Bentangan Alam Kawasan Jatiluwih (Culture Lanskape) Penebel, Tabanan, Bali. Laporan Penelitian, Balai Arkeologi. Denpasar: Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata.

Skripsi, tesis, dan disertasi
Astra, I Gde Semadi. 1997. Birokrasi Pemerintahan Bali Kuno Abad XII-XIII : Sebuah Kajian Epigrafis. Desertasi , Ilmu Sastra. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.